Sensasi Mancing Negeg Baronang di Madura

Bercerita tentang mancing memang tidak akan ada habisnya, karena hobi mengail ikan ini memang sangat mengasyikan. Salah satu pengalaman mancing saya kali ini adalah mancing baronang, golongan ikan rabbit fish yang amat sangat seru sensasinya bila dipancing dengan tegeg.

Nyoba negeg Baronang
Berangkat dari Surabaya jam 03.00 dinihari, saya dan teman-teman lainnya memulai perjalanan menuju sebuah spot pemecah ombak di daerah Madura. Sepanjang perjalanan masing-masing dari kita pasti sudah merindukan getaran strike dari Baronang tsb. Memang sebelumnya kita juga pernah sama-sama ke spot tsb tetapi dengan niat awal bukan utk negeg baronang, melainkan casting dan fly fishing.

Sampai di spot sekitar jam 5.30, masing-masing dari kita langsung set tackle dan umpan. Saya hanya membawa 1 buah tegeg dan umpan ote". Cukup lama juga menunggu rabbit fish itu berkumpul, akhirnya terdengar juga kegirangan salah seorang teman saya yang strike baronang di ujung dermaga. Baronang sudah mulai berkumpul, angler-nya pun sontak berkumpul. Tegeg pun satu-persatu di parkir saling bersebelahan, setiap kawan saya dapat satu baronang, langsung posisinya bergeser ke belakang,, hehehe maklum, pada berebutan.

Rupanya baronang pada trip kali ukurannya lumayan menyusut, mungkin sedang tidak musimnya. Tetapi beberapa dari teman saya ada juga yang mendapatkan baronang tompel, ukurannya lumayan besar. Rata-rata yang masuk dalam coolbox adalah baronang yang berukuran kecil atau biasa disebut baron lingkis.


Ada yang unik di trip kali ini, karena bukan hanya baronang saja yang kecantol, tetapi beragam jenis ikan 'hias' penghuni karangan ikut memakan umpan di kail kita. 


Ketika jam sudah menunjukkan pukul 10, akhirnya satu persatu dari kami menyudahi sesi mancing negeg baronang ini. Satu coolbox ukuran sedang yang dipakai beramai-ramai sudah terisi penuh. Ok, time is up, and fish are enough. 

Lumayan perolehan negeg baronang-nya
Pindah lokasi ke indomart terdekat sambil minum yang dingin-dingin, kami mengobrol keseruan sesi mancing kami barusan. Tidak lupa pembagian ikan baronang yang ingin membawa pulang. Saya sendiri membawa pulang 6 ekor, untuk di gado di rumah dengan cara dibakar. Memang Baronang itu selain asyik dipancing juga sangat nikmat untuk disantap.

Mancing dan Makan di Kolam Pancing Kusuma Tirta

Beberapa waktu lalu saya baru saja menyambangi Kolam Pancing dan Resto Kusuma Tirta Minapolitan di daerah dusun Kedung Peluk, Candi-Sidoarjo. Sesuai namanya, Kusuma Tirta ini mempunyai fasilitas pemancingan dan restoran sekaligus. Sekilas konsepnya mirip dengan kolam pemancingan yang sudah lebih dulu terkenal seantero kota Surabaya-Sidoarjo yaitu Delta Fishing, tetapi Kusuma Tirta mempunyai kelebihan yaitu kolam pancing yang sangat luas.

Kolam Pancing Kusuma Tirta
Awalnya saya berniat membuat acara halal-bihalal sekaligus mancing bareng teman-teman komunitas Kaskus Fishing Community (KFC) Reg. Surabaya tempat saya baru saja bergabung. Karena suatu hal akhirnya kali pertama ke Kusuma Tirta itu dijadikan sesi mancing survey saja.

Memasuki lokasi, saya diminta tiket masuk sebesar 4ribu rupiah sekaligus untuk tiket parkir motor. Sambil menuju parkiran, terlihat jelas di sebelah kanan dan seberang saya deretan kolam-kolam berukuran cukup luas dengan bangunan restoran di poros tengahnya. Tidak mau buang waktu karena saya datang paling belakangan akhirnya saya cari 2 rekan saya yang sudah mulai mancing lebih dulu dengan teknik fly fishing. 

Singkat cerita kami bertiga memancing dengan senjata andalannya masing-masing, saya dengan tegeg sedangkan 2 rekan saya dengan rod fly yang sudah beralih fungsi menjadi tegeg. Beruntung saya membawa sedikit bekal pelet, karena rupanya ikan nila yang kami pancing sulit didapat dengan umpan buatan (flies) ataupun cacing. Tidak perlu lama untuk mengumpulkan ikan kedalam korang, sampai akhirnya kami putuskan untuk berpindah ke kolam lainnya yang berisi ikan patin.


Sambil menunggu strike ikan patin, hasil pancingan kami di kolam nila diberikan ke restoran untuk diolah. Hanya dengan 20rb rupiah per KG-nya, ikan hasil pancingan kami diolah bumbu ikan bakar dan asam manis. Oh iya, sebelumnya ikannya ditimbang dulu. Cukup lama menunggu masakan datang, akhirnya yang ditunggu datang juga : Nila Bakar dan Asam Manis. Lumayan rasanya, terasa segar dan 'ga' pelit bumbu, hehehe. 

Kelar makan dan kekenyangan, akhirnya kami putuskan menyudahi sesi mancing hari itu. Overall memancing di Kolam Pancing Kusuma Tirta Minapolitan sangat menyenangkan, selain karena kolamnya yang luas dan ikannya yang ganas, tenyata masakan/olahannya pun terasa enak & nikmat.